Senjata Baru Melawan Kolesterol

|

Kelebihan kolestrol dapat mengakibatkan penumpukan lemak yang bisa menyumbat pembuluh darah sehingga bisa menimbulkan serangan jantung dan stroke. Partikel yang membawa membawa (carrier) kolesterol ke seluruh pembuluh darah populer dengan sebutan "baik" (HDL) atau "jahat" (LDL).

Disebut buruk bila kelebihan kolestrol yang berlarut menyebabkan penumpukan lemak atau sumbatan pada dinding arteri (aterosklerosis), sedangkan sebutan baik diberikan bila mereka mampu membawa kolesterol kembali ke bagian liver untuk dibuang.

Kini, para ilmuwan telah menciptakan partikel kecil di laboratorium yang menyerupai partikel pembawa (carrier) yang baik, sehingga kolesterol bisa diangkut sebelum sempat mengendap dan menyebabkan plak. Permukaan partikel ini berlapis lemak dan protein sehingga mereka bisa mengikat diri dengan kolesterol untuk selanjutnya diangkut ke pembuluh darah.

"Partikel ini di masa depan akan menjadi hal yang penting dalam terapi penanganan penyakit kardiovaskular," kata Dr.Andre Nel, ketua divisi nanomedicine dan direktur Center for Environmental Implications of Nanotechnology dari Universitas California, Los Angeles, AS.

Nel menjelaskan, partikel ini memiliki bentuk yang sama seperti partikel alami HDL yang bersirkulasi dalam darah. Zat pembawa tiruan ini mampu membersihkan bagian pembuluh darah yang terdapat plak dan bisa pecah dan menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Partikel HDL buatan ini kelak tidak hanya berguna untuk terapi kardiovaskular tapi juga diagnosis. Untuk memudahkan monitoring, para ahli juga meletakkan benda metal dan emas di bagian tengah partikel. "Sehingga partikel ini akan terlihat lewat teknologi imaging," kata Nel.

Studi dalam bidang nanoteknologi yang menghasilkan partikel nano kolesterol baik (HDL) juga dilakukan para ilmuwan dari universitas Northwestern University dan Mount Sinai School of Medicine, Manhattan.

Para ilmuwan kini juga telah menyelesaikan riset ujicoba pada binatang dan akan segera melakukan studi lanjutan yang lebih besar pada hewan percobaan. "Bila terbukti tidak ada efek samping, kita bisa membuatnya sebagai obat untuk mencegah plak di arteri. Ini akan menjadi sebuah revolusi di bidang kardiologi," katanya.

Sumber Kompas.com

0 komentar:

Poskan Komentar