Ini Dia Delapan Menu Sarapan Baik

|

Sebelum beraktifitas rutin pada pagi hari, ada baiknya membiasakan diri sarapan pagi. Selain membantu konsentrasi dan daya ingat, sarapan pagi juga penting untuk membangkitkan energi tubuh.

Tapi pernahkah menyadari sarapan yang Anda santap benar-benar sehat dan baik bagi tubuh? Ada baiknya Anda mulai peduli dan tahu tentang hal ini.

Berikut ini adalah delapan menu sarapan pagi yang paling sering dinikmati oleh orang-orang di dunia. Mana yang baik? Mana yang buruk? It’s your choice....

1. Kopi

Buat Anda penggemar kopi, minum kopi di pagi hari ternyata memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan Anda. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa kopi dapat menurunkan risiko terkena diabetes, sakit jantung, perut kembung, Parkinson, batu ginjal, dan cirrhosis.

Dari semua jenis kopi, black coffee adalah yang terbaik, terutama buat wanita. Tapi jika tidak tahan dengan rasa pahitnya, bisa ditambahkan susu pada kopi Anda.

2. Coklat

Makan coklat di pagi hari? Why not? Cobalah coklat hitam yang mengandung 70% cocoa. Jenis ini terbukti memberikan manfaat pada kesehatan tubuh. Selain memiliki kadar gula rendah, coklat hitam adalah sumber antibodi tubuh polyphenol dan flavonoid antioxidant (sama seperti kandungan green tea).

Makan coklat hitam secara teratur di pagi hari akan mengurangi risiko pengentalan darah, stroke, sakit jantung, dan menurunkan tekanan darah. Coklat hitam pun telah terbukti meningkatkan semangat kerja, memperbaiki mood, dan memberikan energi yang diperlukan bagi aktivitas Anda seharian.

Tapi hati-hati, jangan makan lebih dari dua ons per hari karena kalori coklat cukup tinggi untuk membuat tubuh Anda membengkak.

3. Soda

Anda minum soda pada pagi hari? Hm, ini cara buruk buat memulai pagi Anda. Sirup dengan kadar fruktosa tinggi, soda, dan pemanis buatan yang terdapat dalam minuman soda dapat merusak pankreas Anda, yang menyebabkan meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, dan meningkatkan berat tubuh.

Jika kebiasaan ini berlanjut, lama-lama Anda akan mengidap penyakit diabetes. Asam phosphoric dalam minuman bersoda pun berpotensi mengikis tulang, membuat Anda jauh lebih cepat terkena osteoporosis.

4. Oatmeal

Banyak orang meyakini kalau bubur oatmeal adalah sarapan kesehatan paling ideal. Tapi belakangan, Boston Hospital menemukan bahwa oatmeal yang disantap anak-anak terus-menerus setiap hari akan meningkatkan kadar gula dalam tubuh yang justru menghambat proses berpikir mereka.

Walau baik bagi kesehatan tubuh, tidak ada salahnya memberikan anak-anak sarapan bervariatif seperti omelet, sayuran, dan buah-buahan.

5. Pizza

Kendati bukan makanan sehat (karena tergolong junk food), pizza ternyata mengandung bahan-bahan yang menyehatkan. Saos tomat di dalam pizza, mengandung lycopene yang merupakan antioksidan terkuat saat ini. Selain mencegah kanker, lycopene juga membantu penurunkan kolesterol dan tekanan darah.

Pizza vegetarian adalah varian yang terbaik untuk sarapan Anda. Hindari sarapan pizza yang memakai topping sosis, peperoni, daging, dan parmesan yang banyak.

6. Telur

Oke, telur memang menempati peringkat pertama makanan berkolesterol tinggi. Tapi dari hasil survei terhadap 115.000 pria dan wanita AS, Dinas Kesehatan AS tidak menemukan adanya risiko penyakit jantung yang dialami oleh para pemakan telur itu.

Wanita yang makan telur lebih dari satu perhari justru yang paling rendah kemungkinan terkena penyakit jantung. Selain itu, telur merupakan sumber protein terbesar dan mengandung Asam Omega-3 yang mencegah pikun.

7. Ikan

Sarapan atau makan ikan dua kali seminggu dapat menekan risiko terkena sakit jantung dan penyumbatan pada jantung. Ikan pun mengandung asam Omega-3, dan mencegah risiko terkena diabetes dan alzheimer.

Ikan yang paling baik buat kesehatan Anda adalah ikan sarden, herring, anchovies, salmon, mackarel kecil. Ikan-ikan besar seperti iklan pedang, ikan tile, tuna, dan hiu pun sangat bermanfaat pada tubuh.

8. Gula Buatan

Sebuah iklan menyebutkan bahwa gula buatan baik bagi tubuh dan mencegah kegemukan. Namun survei yang dilakukan Purdue University AS baru-baru ini justru membuktikan bahwa baik gula asli atau buatan, ternyata sama-sama berpotensi membuat tubuh menjadi gemuk.

sumber : inilah.com

0 komentar:

Poskan Komentar